Peran Mahasiswa Milenial Menghadapi Era Revolusi Industri.

Peran Mahasiswa Milenial Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Sebelum kita mengenal lebih dalam mengenai revolusi industri 4.0, ada baiknya jika kita mengetahui bahwa revolusi industri pertama kali terjadi pada abad ke-18 di Britania Raya dan ditandai dengan ditemukannya mesin uap, seiring dengan perkembangan zaman terjadilah revolusi industri yang kedua dimana teknologi mesin uap mulai.

Saya pribadi menilai, selain itu masih ada beberapa hal yang dapat dimaksimalkan oleh pemerintah dalam menyikapi revolusi Industri 4.0. Diantaranya dengan memberikan perhatian lebih untuk bidang pendidikan yang bersifat teknologi, misalnya memberikan semacam insentif ataupun keringanan biaya kuliah untuk calon mahasiswa yang mengambil jurusan yang condong ke teknologi, industrialisasi.

Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Peran Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0 Seperti yang kita ketahui, revolusi industri 4.0 sudah bergulir dan sedang berjalan menuju perkembangan yang lebih kompleks lagi.Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi tantangan besar pada era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini. Perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.Dengan ditunjang kurikulum, fasilitas dan sarana prasana kampus, dia yakin, mahasiswa akan semakin mudah dicetak menjadi generasi yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0. BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest, Klik di Sini.


Mahasiswa diharuskan mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menghadapi persaingan dalam mendapatkan kerja. Cek di sini tipsnya. Jakarta - Memasuki era revolusi industri 4.0.Revolusi ini ditandai dengan era disrupsi, yaitu kemunculan industri-industri yang berbasis online (digital). Bukan hanya komputer, teknologi mobile sudah mewabah dan hampir semua orang terhubung secara online. Dalam revolusi ini peran inovasi menjadi penentu daya saing suatu produk di pasaran. Dan ternyata ada kesenjangan antara industri yang bergantung dengan inovasi dengan kesiapan tenaga.

Dalam konteks industri dan produksi, Industri 4.0 dipahami sebagai komputerisasi pabrik, atau otomasi dan rekonsiliasi data guna mewujudkan pabrik yang cerdas (smart factories).

Read More

Menristekdikti Mohammad Nasir dalam acara kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka di Jakarta baru-baru ini menyatakan, pada era industry 4.0 ini, teknologi digital semakin menguat. Kompetensi terkait digital seperti pengodean, pemrograman dan kecerdasan buatan bukan lagi monopoli mahasiswa teknologi informasi dan komunikasi. Mahasiswa bidang lain juga bisa dibekali dengan.

Read More

Sementara itu, Prof. Dr. Habib Chirzin dari South East Asia Regional Institut for Community Education, mengatakan bahwa investasi yang dilakukan KSEI merupakan investasi keilmuan yang pada tahun 2030 akan menjadi bekal dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi industri pertama diawali dengan ilmu pengetahuan diantaranya ditemukannya mesin uap dan roda yang dapat membantu kegiatan.

Read More

Keberhasilan Indonesia untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, turut ditentukan oleh kualitas dari pendidik seperti dosen, guru maupun tenaga pendidik lainnya. Para pendidik dituntut menguasai keahlian, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global. Setiap lembaga pendidikan di Tanah Air harus mempersiapkan oritentasi dan literasi baru dalam bidang pendidikan, terutama yang.

Read More

Era digital telah membawa dampak yang begitu besar bagi masyarakat luas khususnya di Indonesia baik dalam dunia industri, Pendidikan, budaya, social, dan ekonomi. Salah satunya adalah industri 4.0 yang sedang kita hadapi Bersama yang di tandai dengan berubahnya iklim bisnis dan industry yang semakin kompetitif karena perkembangan teknologi informasi Menghadapi revolusi industry 4.0 mahasiswa.

Read More

Tampak dari rumusan sejumlah kebijakan dan program sebagaimana disampaikan saat konfrensi pers di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018 yang dituangkan dalam press release bertajuk “Kebijakan Kemenristek DikTi Menghadapi Globalisasi Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0.” Dimulai dengan suksesnya acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemristekdikti di USU, Medan, 16-17 Januari 2018,, dan kemudian.

Read More

Juga menghadapi perubahan signifikan dibandingkan baby boomer. Yaitu Revolusi Industri 4.0. Berbeda dengan sebelumnya, Revolusi Industri 4.0 ini tidak hanya merubah tatanan dalam sektor pekerja dan industri. Namun secara menyeluruh merubah gaya hidup, cara kerja, dan pola pikir. Industri, sekarang mulai menuju pada era digitalisasi.

Read More

Dalam perkembangan revolusi industri terdapat beberapa istilah sebelum Revolusi Industri 4.0 seperti era Revolusi Industri 1.0 dimulai dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt (1763). Di mana penggunaan mesin uap dengan bahan bakar batu bara mampu membuat perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi.

Read More

Revolusi Industri 4.0 berciri kreativitas, leadership (kepemimpinan). Dan dalam menghadapi industry 4.0 ini, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Sebab jika tidak ditingkatkan, maka industri Indonesia akan semakin tertinggal dari negara-negara lainya. Jika tidak melakukan peningkatan kemampuan dan daya saing di sektor (industri) prioritas, bukan saja.

Read More

Memperkuat budaya literasi keluarga merupakan katalisator pembangunan kualitas generasi muda untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 secara fundamental merubah cara orang tua dalam mendidik anak, akibat semakin masifnya digitalisasi di berbagai sektor kehidupan sehingga merubah pola pikir, interaksi sosial, dan gaya hidup generasi muda. Oleh karena itu, bersikap.

Read More